
diantara sepuluh kerusakan itu ialah berikut kutipannya
Kerusakan Keenam: Begadang Tanpa Ada Hajat
Begadang tanpa ada kepentingan yang syar’i dibenci oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Termasuk di sini adalah menunggu detik-detik pergantian tahun yang tidak ada manfaatnya sama sekali. Diriwayatkan dari Abi Barzah, beliau berkata,
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat ‘Isya dan ngobrol-ngobrol setelahnya.”[15]
Ibnu Baththol menjelaskan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak suka begadang setelah shalat ‘Isya karena beliau sangat ingin melaksanakan shalat malam dan khawatir jika sampai luput dari shalat shubuh berjama’ah. ‘Umar bin Al Khottob sampai-sampai pernah memukul orang yang begadang setelah shalat Isya, beliau mengatakan, “Apakah kalian sekarang begadang di awal malam, nanti di akhir malam tertidur lelap?!”[16] Apalagi dengan begadang, ini sampai melalaikan dari sesuatu yang lebih wajib (yaitu shalat Shubuh)?!"
***
Saya baru mengetahui akan adanya hadist ini dan saya berterima kasih sekali kepada Rahmi teman saya yang telah memberikan saya pencerahan, kebiasaan begadang ini memang sering saya lakukan apalagi kalau ada kawan-kawan, kita bisa bercerita tentang segala hal hingga larut malam sampai mata membiu, membaca hadist ini membuat saya bertekad untuk tidak melakukan kebiasaan tersebut, saya akan tidur cepat agar saya bisa tahajud dimalam harinya, alangkah indahnya bila saya bisa melakukan hal yang demikian karna kebiasaan itu sudah lama sekali saya tinggalkan.
Selepas shalat isya, ketika saya hendak merapikan tempat tidur tiba-tiba seorang kawan datang, ah alamat buruk nih... sepertinya keinginan saya akan tertunda malam ini, benar saja helaian demi helaian teman-teman saya bermunculan, rupanya mereka hendak mengadakan acara dirumah saya tanpa sepengetahuan saya, mereka tidak bermaksud merayakan tahun baruan, mereka hanya ingin bakar-bakar jagung selagi banyak orang yang menjual jagung dijalan-jalan, setidaknya itulah yang mereka katakan sebagai pembelaan atas diri mereka yang mengaku sebagai orang yang anti taun baruan....
0 komentar:
Posting Komentar